Thursday, 19 June 2014

RESUME BUKU AL-ISLAM


RESUME BUKU AL-ISLAM
Islam adalah agama yang dibawa oleh seluruh Nabi dan Rasul sejak Adam as sampai Muhammad SAW yang menjadi penutup para risalah. Allah menegaskan hal ini dalam alqur’an dengan beberapa ayat, antara lain:
“…dan aku disuruh supaya tergolong orang-orang yang berserah diri kepada Allah.” (Q.S. Yunus : 72)
“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua termasuk orang-orang yang berserah diri kepada-Mu.” (Q.S. Al-Baqarah : 128)
Makna Islam adalah menyerahkan diri kepada Allah SWT dengan menerima segala perintah, larangan, dan habar-Nya yang terdapat dalam wahyu. Barangsiapa yang menyerahkan wajah, hatinya, dan anggota badannya kepada Allah SWT dalam semua persoalan hidup, maka ia adalah seorang muslim. Kedamaian manusia sangat ditentukan oleh penyerahan diri secara total kepada Allah, maka Allah tidak membiarkan satu umatpun yang tidak diutus seorang Rasul pada mereka.
Kata Islam memiliki dua makna yaitu teks (nash) wahyu yang menjelaskan agama (din) Allah; dan amal manusia yaitu keimanan dan ketundukannya pada teks tersebut. Dengan kesempurnaan risalah Muhammad SAW, maka sempurnalah sudah struktur kenabian dan risalah samawiah. Dengan demikian, kita telah diberi petunjuk tentang semua tradisi para nabi dan rasul yang sebelumnya. Islam yang diserukan oleh Nabi Muhammad SAW dapat diketahui dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang telah diakui keabsahannya oleh para ‘ulama hadits. Kitab dan Sunnah telah menjelaskan semua persoalan yang berkait dengan aqidah, ibadah, keuangan, social kemasyarakatan, perang dan damai, perundang-undangan dan kehakiman, ilmu, pendidikan dan kebudayaan, hukum dan pemerintahan. Ara ahli fiqh memformulasikan semua persoalan yang dibahas oleh Islam menjadi aqidah, ibadah, akhlak, muamalah, dan uqubah ‘sanksi hukum’.
Allah membebani manusia agar Islam ditegakkan di muka bumi sebagai langkah menuju kehidupan ukhrawi. Allah mewajibkan bagi setiap muslim untuk melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar dan jihad fii sabilillah.
Islam adalah aqidah, ibadah, sistem hidup, dan cara menegakkannya. Kebenaran adalah Islam. Sedangkan kebathilan adalah jahiliyah. Kemaslahatan dan kebaikan adalah syariat Allah, dan kebalikannya adalah jahiliyah. Kejahilan dalam hal aqidha adalah kejahilan yang paling besar. Oleh karena itu, Allah mengampuni orang yang taubat dari amal jahil yang tidak bersifat ideologis dimana ia tetap beraqidah baik dan benar. Tetapi Allah tidak mengampuni orang yang aqidah dan ibadahnya jahil.
SYAHADATAIN
            Syahadatain melambangkan jiwa totalitas Islam. Setiap amal ibadah seorang muslim yang bukan karena Allah ibarat menanam benih yang mati. Kedua kalimat syahadat satu sama lainnya saling berkaitan dan tidak boleh saling dipisahkan. Syahadat Muhammadarrasulullaah merupakan kelengkapan dari syahadat Laa ilaaha illallaah.
            Syahadat laa ilaaha illallaah mempunyai konsekwensi amal dan makna tertentu. Ia mempunyai hak dan yang mengucapkannya mempunyai kewajiban. Siapa yang komitmen padanya akan mendapat pahala; dan siapa yang berpaling darinya akan mendapat siksa. Ini semua tidak dapat diketahui kecuali dengan perantaraan Rasul Allah, yang kerasulannya didukung dalil-dalil aqli dan naqli. Dengan demikian, tampaklah keterkaitan antara syahadat laa ilaaha illallaah dengan syahadat Muhammadarrasulullaah.
Makna Ilah
            Makna ilah adalah Yang Disembah (al-ma’bud). Kata ‘abada memiliki makna yaitu: 1) al-‘abdu yang berarti hamba; 2) al-‘ibadah yang berarti ketaatan yang disertai ketundukan; 3) al-mu’abbadu, berarti yang dimuliakan dan diagungkan; 4) ‘abadabihi berarti selalu menyertainya dan tidka berpisah dengannya; 5) maa ‘abbadaka ‘annii artinya apa yang menahanmu untuk datang padaku. Dengan demikian alma’bud berarti yang memiliki, yang ditaati, yang diagungkan, dan yang mempunyai kekuasaan.
Kandungan Makna Syahadatain
-          Syahadatain merupakan sumber sistem hidup.
-          Syahadatain membentuk pemeluknya selaras dengan totalitas sunnatullah pada alam semesta.
-          Syahadatain menumbuhkan kebudayaan dan peradaban yang unik.
-          Syahadatain mengukuhkan kebanggaan iman kepada Allah.
Hal-hal yang membatalkan syahadatain
-          Bertawakkal dan bergantung pada selain Allah.
-          Mengingkari nikmat Allah, baik yang kelihatan atau yang tidak kelihatan, baik yang mudah dipikirkan atau yang memerlukan pengkajian secara mendalam.
-          Melakukan sesuatu untuk selain Allah.
-          Memberikan hak untuk memerintah dan melarang secara mutlak, hak menghalalkan dan mengharamkan, hak membuat undang-undang, dan hak menentukan hukum kepada selain Allah.
-          Taat kepada selain Allah –atas dasar kesukarelaan dan keyakinan- tanpa izin dari-Nya.
-          Menghukum dengan selain hukum Allah atau berhukum kepada selain Allah.
-          Membenci Islam atau sebagian dari ajarannya.
-          Lebih mencintai dunia daripada akhirat, menjadikan dunia sebagai tujuan satu-satunya. Akan tetapi jika tidak mengingkari hari akhir, maka sikap tersebut tergolong maksiat (tidak membatalkan syahadat).
-          Menghina salah satu isi dari al-qur’an dan as-sunnah, atau orang alim yang menegakkannya, atau meperolok-olok hukum Allah, dan syiar-syiar Islam.
-          Menghalalkan apa yang diharamkan Allah secara qath’i (pasti), tanpa ada khilaf di kalangan mujtahid; dan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah secara qath’i.
-          Tidak beriman dengan seluruh nash al-qur’an dan as-sunnah yang mutawatir.
-          Mengangkat orang-orang kafir dan munafikin sebagai pemimpin serta tidak mencintai orang-orang yang beraqidah Islam dan orang-ornag mukmin.
-          Tidak beradab dalam bergaul dengan Rasulullaah.
-          Merasa jijik dengan hal-hal yang mentauhidkan Allah dan merasa senang dengan hal-hal yang berbau syirik.
-          Menyatakan bahwa al-qur’an mempunyai makna bathin yang bertentangan dengan makna zhahir, dan hanya diketahui oleh ornag yang memiliki ilham.
-          Tidak mengenal Allah secara benar sehingga mengingkari sifat-sifat, nama-nama, atau tindakan-tindakan (af’al) Allah.
-          Tidak mengenal Rasulullah secara benar sehingga mengingkari sifat-sifatnya yang diberikan Allah kepadanya, memberikan sifat-sifat yang merendahkan martabatnya, atau tidak meyakini bahwa beliau adalah suri tauladan ynag terbaik dan tertinggi.
-          Mengkafirkan oranag yang mengucap syahadatain, serta tidka mengkafirkan dan menghalalkan perang terhadap orang yang mengingkarinya.
-          Mengerjakan suatu ibadah bukan karena Allah, seperti menyembelih bukan karena Allah, sujud, tawaf, pada selain baitullah dengan nita mendekatkan diri kepada Allah.
-          Terlibat riya’ (kegiatan hidupnya ingin dipuji manusia).

Riska Fitriyani_Komsat UNNES

Wednesday, 18 June 2014

TTKM


Lirik Tuhan Tahu Kita Mampu (TTKM) – Ali Sastra feat. D’Jenggots

Saat kau terpuruk dan terjatuh
pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
saat beban penuhi pundakmu
genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU

pernahkah dirimu merasa gelisah
begitu hebatnya beban yang harus engkau bawa
kurasa susah, semangat payah, lalu kau pasrah, hentikan langkah,
hingga akhirnya kau mengalah

di saat itu kau harus tahu
bahwa Tuhan sebenarnya memberi ujian padamu
ujian untuk mengukur kadar keimananmu
ujian untuk mengangkat meninggikan levelmu


karena tak ada ujian yang tak bisa dilalui
karena Tuhan telah mengukur diri ini
lebih baik hadapi segala beban diri
hadapi dengan ikhlas di hati

engkau tak sendirian menghadapi cobaan
saudara seiman pasti kan ulurkan tangan
kita hadapi semua dengan hati terbuka
yakin ini hanyalah ujian semata

saat kau terpuruk dan terjatuh
pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
saat beban penuhi pundakmu
genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU

bertubi-tubi cobaan pun silih berganti
seakan-akan tak habis-habis dan tak berhenti
kita rasakan semakin lemah setiap hari
bahkan muncul keinginan tuk coba bunuh diri

tapi sejenak cermatilah kehidupan ini
betapa luasnya karunia dari Ilahi
meski kadang di tengah, kadang di sisi, kadang di atas, kadang dibawah
kadang tak dimengerti

sadarlah kawan, di sepanjang perjalanan
sungguh hidup ini terus memberi pelajaran
karena bagaimanapun selalu ada Tuhan
yang memberikan kekuatan

satu persatu, seiring berjalannya waktu
kita akan tahu sebenarnya yang Tuhan Mau
Tuhan ingin kita jadi manusia yang TANGGUH
Tuhan ingin agar kita tak mudah tuk mengeluh

saat kau terpuruk dan terjatuh
pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
saat beban penuhi pundakmu
genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU

aku di sini sedia menemani
siap bantu jika beban itu mau kau bagi
jangan pikirkan pamrih, hilangkan semua perih
jangan lagi terpuruk dan tenggelam dalam sedih

genggam erat pundakku, cengkram erat bahuku
biar segera terbagi semua beban itu
bersama kita maju dan melangkah tanpa ragu
hapus semua pilu agar kita terus melaju

Tuhan tak pernah tidur, apalagi mendengkur
semua ini jelas-jelas telah Tuhan ukur
mungkin dengan begini kita kan tahu bersyukur
mungkin dengan ini kita takkan pernah takabur


Tuesday, 17 June 2014

CURMING MALAM


CURMING MALAM

Curhatan minggu malam :D
Jadi giniemmm mau dimulai darimana ya?
Emm gini deh,, mungkin bukan 100% curhatan gitu yah?
Jadi gini, tulisan ini aku tujukan buat temen aku,, kamu, iya kamuuu.. :D
Aku nggak tau kenapa, takdir mempertemukan kita, yang pasti atas kehendak Yang Maha Kuasa lah ya…… :D oke, pertama kita ketemu di PPA, gue kaga kenal loe, oke terus kita kenalan, gue juga udah lupa sih gimana kenalannya, yang jelas kita satu kelompok, dan tiba-tiba kenal :D ok fix.
Waktu berjalan, eh ketemu di BEM dan gue kaga tau gimana ceritanye kita udah segede ini, dan gue ngrasa ada yang aneh. Nah loe! :D (aneh dimana?)
Karena kaga ada masalah apa2, gue ngrasa biasa2 aja ya, tapi kok lama2 kayak ada gap di antara kita, ah kagak tau kenapa. Mungkin gue pernah nyakitin loe tapi gue kaga sadar kali ya, maafin gue ya,,
makin hari,loe makin kaku, and makin kayak gak kenal ama gue,, so kagak tau kenapa juga, automatis loe sama gue jadi oposan. Hemph,,
Gue kaga tau apa yang menyebabkan hal itu happens, yaudah ya, gue Cuma pengen biasa2 aja kayak dulu lagi, tapi loe bilang gue aneh……
ahhh,, emang dasarnya loe kagak pernah kenal gue sih yah, so
…… loe emang kaga salah, mungkin gue yang salah, maafin gue yah.
Karna jujur banget,, kerasa banget loe ngebedain gue dari yang lain,, oke loe selalu bilang karena gue susah dimengerti, nah gimana loe mau ngertiin  gue, loe kaga pernah ngomong and ngobrol santai sm gue sih, ngomongnya serius atau becanda, udah itu doank,,
Entahlah, yang aneh tu gue ato loe,, loe yang bisa terbuka sama yang lain, tapi sama gue kagak,,
Loe yang bisa ngobrol santai sama yang lain, tapi sama gue kagak.
Kadang gue jadi suudzan sama loe kalo loe suudzan ke gue, ah maafin gue ya,,
gue kagak ada perasaan khusus kok ke loe, loe tenang aja,, gue cm pengen loe gak usah ngebedain banget antara gue sama temen yang lain, gak enak tau rasanya.
Kalo loe bilang loe gak bisa mahamin karakter gue,, yah sekali lagi, gimana loe mau paham kalo loe sendiri kaga pernah nyoba mahamin? :’( tapi gak penting juga sih buat loe -_-
atau loe ilfeel ke gue gara2 loe sangka gue suka sama loe seperti yang loe bilang ‘jadi ilfeel kalo tau ada yang suka’ ouch please……are you sure berpikiran seperti itu? :’(
gue tegasin ya,, gue biasa aja sama loe,, ya emang temen2 rombel sering ngatain gue sama loe,, tapi gue pikir loe tau,, itu gak mungkin serius……
tau deh gue ngomong apa,, jujur lagi.. status yang dulu gue tulis sepulang dr jogja itu buat loe!  Krasa banget loe yang ngebedain gue dari yang lain, jujur lagi, gue sedih :’(
Loe ngrasa? Kagak kan? Iyalah . Gue tau,, gue yang terlalu lebay, terlalu ego, terlalu sensitip, terlalu apa gitu lah……
Yaudah atuh yah, kalo loe emang maunya ngejaga gap itu,, atau bahkan loe maunya mempertebal gap itu,, oke lah,, gue ikuti mau loe aja, asal loe bahagia (ah lebay) *ya emang gue orangnya lebay sejak dulu, dan kadang gue kangen banget sama ke-lebay-an itu *temen2 SMA gue, gue kangen loe semua :’)
Heeemmmmpph. (tarik nafas dalam2, dan keluarkan)
Maafin gue yah kalo bikin loe ilfeel,, gue Cuma pengen di antara kita biasa2 aja, karna SWEAR! Perasaan gue ke loe biasa2 aja boy,, dan gurauan selama ini ya sekedar gurauan, makanya gue sering bilang ‘jangan diambil hati’ tapi kayaknya loe terlalu ngambil hati. (ups, sorry gue kaga maksud nyalahin loe kok, gue yang salah)
Boleh ya gue Tanya satu hal,,, loe maunya gue yang kayak gimana coy?
Apa loe pengennya gue yang diem seolah-olah kagak kenal?
Haduuhhh rasanya tuhh susahhh karna sejak lahir gue bukan pendiem,,, :’(
Maafin gue ya bro…… :’(
Maafin gue yang masih kayak anak kecil,, maafin gue yang masih bersifat kekanak-kanakan (apa bedanyooo? -_-)
Dan mulai sekarnag gue komitmen,, gue bakal lebih dewasa, yahh……karna emang udah tua,,, udah seharusnya dewasa juga……
Maafin gue ya, yang belum bisa jadi sodara yang baik, belum bisa jadi temen yang baik, belum bisa jadi partner kerja yang baik,,, teruslah berkarya, dan berkontribusi untuk bangsa,,
Dan……mulailah memikirkan umat.
Sekali lagi, maafin gue yaa sob……:’( :’)

Sunday, 13 April 2014

April, 13 2014
‘Tanpa Judul’
Ketika dulu aku tak mengerti siapa dan untuk apa kita ada…
Da’wah mengajariku untuk menjadi manusia yang hidup untuk manusia lain…

Ketika dulu aku merasa lemah pada hisup…
Da’wah mengajari bagaimana berjuang hingga menjadikanku sosok yang kuat…

Ketika dulu aku selalu menggugat Allah atas takdir-Nya…
Da’wah mengajariku untuk menjadi hamba yang ikhlas terhadap setiap ketentuan-Nya…

Ketika dulu aku selalu tergesa-gesa mengejar apa yang aku mau…
Da’wah mengajariku tentang ketekunan dan kesabaran menanti kemenangan…

Ketika dulu aku hanya bermimpi kecil dan selalu berpikir apa adanya…
Da’wah mengajariku untuk berani bermimpi besar dan membuat cita sebanyak mungkin…

Ketika dulu aku hanya hidup untuk diriku sendiri…
Da’wah mengajariku untuk peduli dan peka pada keadaan orang lain…

Ketika dulu aku tak bisa menerima kejahatan orang lain…
Da’wah mengajariku untuk membalas keburukan dengan kebaikan…

Ketika dulu aku merasa tak punya siapapun yang menolong…
Da’wah mengajariku tentang keyakinan bahwa pertolongan Allah itu selalu ada lagi dekat bagi hamba-Nya…

Ketika dulu aku maish menjadi manusia yang mudah menyerah pada masalah…
Da’wah mengajariku untuk merenung agar aku tahu dimana letak kesalahanku dan mampu menyelesaikannya…

Ketika dulu aku selalu salah memberi cinta…
Da’wah mengajariku tentang siapa saja yang berhak atas cintaku dan kepada siapa cinta itu wajib kuberikan…

Ketika dulu aku merasa hidupku hampa dan tak tahu waktuku untuk apa…
Da’wah mengajariku untuk menjadikan setiap waktu yang kumiliki adalah amal kebaikan…

Ketika dulu aku tak bisa menyentuh hati manusia…
Da’wah mengajariku tentang bahasa hati… dan hingga kini da’wah sudah mengajariku banyak hal…
Jika sudah ini yang kita genggam, semestinya pula susah dilepaskan…
Meskipun pahit seperti obat, tersiksa ketika menelannya, namun menyembuhkan…
Itulah da’wah…
Sungguh, da’wah tak butuh kita, tetapi kitalah yang butuh da’wah…
Sebagai alasan akan harapan kita pada rahmat Allah…

Sekali menapak pada jalan ini, enggan bagiku untuk keluar lintasannya… meski terjal, panas, penuh onak-duri dan godaan… sekuat tenaga akan kutempuhnya.

_catatan pengemban da’wah_



Sunday, 9 March 2014


memory with them..

TEMAN DALAM KESENDIRIAN

Sungguh, tidak mudah menjaga keistiqomahan atas pilihan iman di zaman seperti ini. Saat rasa iman semakin tawar dan hambar. Saat penopang-penopangnya semakin sulit ditemukan. Dan saat lingkungan semakin tak mendukung. Adakah yang tetap teguh dalam kesendirian?
            Ibarat perjalanan, ahri-hari menapaki jalan iman adalah pertaruhan. Tentang keyakinan akan kebenaran dan janji keselamatan, juga kesabaran penempuhan yang seolah tak berkesudahan. Sednag mata yang nanar dan langkah yang limbung membuat jalan lurus ini tak tampak benderang. Ia serupa gulita belantara lebat yang pekat dengan berbagai jebakan. Terlihat terjal berliku dalam kesunyian yang menakutkan. Kini, siapakah yang sanggup berjalan ketika ia merasa sendiri?
            Meski, jika kita meneliti petunjuk yang terbaca jelas, juga jejak-jejak pendahulu yang meninggalkan bekas, kita bisa lega bernafas. Inilah jalan penghantar kesuksesan hakiki yang kita cari. Kita percaya, pernah ada manusia yang menempuhinya, dahulu kala, dalam jumlah yang melimpah, sebab dari jejak yang tertinggal kita dapat melacaknya. Mereka adalah hamba-hamba yang mendapat anugerah Allah; para nabi dan rasul, para syuhada’, dan para shiddiqin. Merekalah sebaik-baik teman perjalanan!
            Keyakinan yang cukup akan hal ini mutlak perlu. Agar kita tak ragu melangkah, sebab kita bukanlah pembuka jalan. Agar kita tak lagi takut meski hanya menjadi pengikut. Agar ‘azzam kita tak memudar meski jejak-jejak itu semakin samar. Juga, agar bashirah kita tak menumpul digerogoti fakta-fakta palsu yang terus muncul.
            Selanjutnya adalah kesabaran. Sebab tekad baja bisa saja lebur, keyakinan bisa hancur, dan langkah-langkah kaki bisa terhenti, untuk kemudina mundur teratur, jika kita tidka pandai merawatnya. Itu berarti ada jalan lain yang kita tempuh sedang keyakinan tentang kebenarannya tidak kita miliki utuh.
            Di sinilah kesabaran dibutuhkan agar perjalanan tidak menjadi beban berat. Bashirah ditajamkan agar setiap langkah menjaid nikmat. Nafsu muthmainnah dimenangkan agar kuat mengahadang setiap seruan jahat. Hingga perjalanan pulang ini terasa dekat. Hanya sekejap waktu yang akan segera berlalu, insyaAllaah…
            Maka berlakulah kemestian itu; jika yakin dan sabar semakin kuat, semakin kita bisa tegar melangkah di jalan ini, itulah intinya. Pun jika ia semakin lemah, maka langkah-langkah kaki akan berbalik arah sebab tidak sanggup memikul bertanya beban perjalanan. Tidak tahan melangkah dalma kesendirian, tanpa teman!
            Tapi lihatlah, kebenaran ini menyusup ke dalam kalbu, menancap kuat dengan hebat, kemudian memberikan keyakinan pasti. Ia serupa mata yang bersua sinar mentari pagi. Yang ketika ia yakin, maka tidak penting lagi sesiapa yang menolak dan meyetujui. Sebab kebenaran memang tidak memerlukan persetujuan makhluk, siapapun dia. Kebenaran adalah permakluman dair Sang Rahman.

            Maka, teman dalam kesendirian adalah keyakinan akan kebenaran. ISLAM!

PERIHNYA AIR KOLAM

KIMIA DALAM KOLAM RENANG

            Renang merupakan olahraga air yang sangat terkenal dan diminati oleh orang-orang dari berbagai usia. Dari yang muda hingga yang tua. Bahkan sekarang yang masih balita pun sudah diajari berenang. Lebih istimewanya, Nabi SAW juga memerintahkan kita untuk memiliki keahlian berenang.
            Ajarkanlah anak-anakmu memanah, berenang dan menunggang kuda” (HR. Ahmad).
Ketika sedang bermain-main bersama teman atau keluarga di kolam renang, kita sering mengalami pedih mata ketika air kolam terpercik ke mata, dna pedihnya bukan sembarang pedih bukan, beda dengan pedihnya kena air saat mandi di kamar mandi. Sebetulnya zat apa ya yang menyebabkan rasa pedih di mata tersebut?? Yuk kita simak kalimat-kalimat di bawah ini.. : )
Semoga bermanfaat! : )
KIMIA DALAM KOLAM RENANG
Di Amerika Utara, biasanya untuk menghancurkan mikroorganisme dalam kolam renang dipakai diklorin atau senyawanya seperti kalsium hipoklorit. Kenyataannya disinfektan yang paling potensial adalah asam hipoklorit. Spesies ini terbentuk apabila diklorin bereaksi dengan air sebagai berikut:
Cl2 (aq) + H2O (l)                   H3O+ (aq) + Cl- (aq) + HClO (aq)
Natrium karbonat (soda abu) ditambahkan untuk mentralkan ion hidronium menurut reaksi:
            CO32- (aq) + H3O+              HCO3- (aq)
Akibatnya keseimbangan reaksi diklorin dengan air bergeser ke arah kanan, dna oleh karena itu menghasilkan lebih banyak asam hipoklorit. Apabila dipakai kalsium hipoklorit, maka hidrolisis ion hipoklorit akan menghasilkan asam hipoklorit menurut persamaan reaksi:
            ClO- (aq) + H2O (l)               HClO (aq) + OH- (aq)
Karena air menjadi basa, maka maka perlu ditambahkan asam untuk menurunkan harga pH (mentralkannya).
            Adalah sangat penting untuk menjaga konsentrasi asam hipoklorit pada tingkat yang tetap cukup untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme yang lain; sayangnya asam hipoklorit terurai oleh cahaya pada temperature tinggi menurut persamaan reaksi:
            2 HClO (aq)             2 HCl (aq) + O2 (g)
            Rasa pedih pada mata yang ditimbulkan oleh air kolam renang, sesungguhnya bukan berasal dari terlalu banyaknya pemberian diklorin, melainkan karena hadirnya senyawa-senyawa kloramine seperti NH2Cl. Senyawa yang memedihkan ini terbentuk melalui reaksi asam hipoklorit dengan senyawa turunan ammonia seperti urea yang berasal dari urin si pemakai kolam, menurut persamaan reaksi:
            NH3 (aq) + HClO (aq)               NH2Cl (aq) + H2O (l)
Untuk menghilangkannya, diklorin perlu ditambahkan lagi, suatu proses yang dikenal sebagai superklorinasi. Diklorin tambahan ini akan bereaksi dengan kloramin dan menguraikannya menjadi asam hidroklorida dan dinitrogen, menurut reaksi:
            2 NH2Cl (aq) + Cl2 (aq)              N2 (g) + 4 HCl (aq)
(source: Kimia Anorganik I)


Nah itu dia penyebab air kolam terasa sangat pedih di mata secara kimia, ternyata kita (pemakai kolam) ikut andil juga yahh.. : ) hehehe…